8 BAHAN PEWARNA BATIK ALAMI

Secara konvensional, nenek moyang kita menghasilkan kain tradisional tanpa menggunakan pewarna sintetis. Pewarna alam sifatnya sebagai penambah ragam warna tekstil, tidak bisa dibandingkan dengan pewarna sintetik. Beberapa tanaman dapat digunakan sebagai bahan pewarna batik alami, antara lain:

pewarna batik
Buah Mengkudu salah satu pewarna batik alami. Sumber: www.obatpenyakitherbal.com

1. Soga Tegeran

Pewarna batik alami yang pertama adalah Tanaman perdu berduri ini dimanfaatkan sebagai pembuat warna kuning pada kain. Tanaman ini banyak tersebar di Jawa, Madura, Kalimantan serta Sulawesi. Habitat yang cocok untuk tanaman ini adalah di ketinggian 100 meter di atas permukaan laut atau di dataran rendah tropika. Bila dimanfaatan sebagai pewarna alam, tegeran atau kayu kuning perlu diekstrasksi dan diberi bahan fiksasi atau istilah lainnya penguat warna.

2. Soga Tinggi

Tanaman yang masih rumpun perdu dengan daun majemuk yang menggerombol di ujung cabang ini menjadi bahan pewarna batik alami berikutnya. Jika dilihat sekilas mirip dengan tanaman bakau, tetapi ukurannya lebih kecil. Kulit kayunya digunakan sebagai penghasil warna merah gelap kecokelatan pada tekstil.

3. Soga Jambal

Bahan pewarna batik alami yang ketiga adalah Soga Jambal. Tanaman ini menghasilkan warna cokelat kemerahan dari kayu batangnya. Ketika musim bunga, tanaman ini akan semarak dengan tandan bunga-bunga kuning yang muncul serempak. Itulah sebabnya tanaman ini disebut yellow flame three atau yellow flamboyant. Akan tetapi, berbeda dengan jenis soga lainnya, tanaman ini termasuk jenis pohon besar karena mampu mencapai tinggi 25 meter.

4. Indigo

Pewarna batik berikutnya adalah Indigofera Tinctoria adalah sejenis tanaman polong-polongan berbunga ungu (violet). Sejak dahulu, daunnya dimanfaatkan utuk menghasilkan warna biru dari perendaman daun selama semalaman, kemudian dilanjutkan dengan proses ekstraksi hingga layak digunakan pada proses pencelupan kain atau benang. Selain sebagai penghasil warna biru, indigo atau tarum juga digunakan sebagai penghasil warna hijau dengan mengombinasikan dengan pewarna alam kuning lainnya.

5. Mengkudu

Tanaman mengkudu menjadi bahan pewarna batik alami yang kelima. Kulit akar mengkudu menghasilkan warna merah tua untuk tekstil

6. Kunyit

Tumbuhan yang menjadi pewarna batik alami yang keenam adalah kunyit. Rimpang kunyit dapat digunakan sebagai pewarna tekstil. Bila dicampur dengan buah jarak dan jeruk, kunyit dapat menghasilkan warna hijau tua. Bila dicampur dengan tarum (indigo), kunyit akan menghasilkan warna hijau. Yang perlu diingat, intensitas warna yang dihasilkan akan sangat tergantung pada takaran dan proses yang dilaluinya.

7. Daun Mangga

Mangga bukan hanya enak buahnya, ternyata daunnya dapat digunakan sebagai pewarna. Jika diekstrak, daun mangga akan menghasilkan warna hijau.

8. Kesumba

Dan bahan pewarna batik alami yang terakhir adalah Kesumba. Awalnya, biji tanaman kesumba bayak dimanfaatkan sebagai pewarna makanan seperti keju, ikan, margarin, atau minyak salad. Namun pada perkembangannya, biji kesumba juga dikembangkan oleh perusahaan kimia sebagai pewarna alam yag aplikatif tak hanya pada produk makanan, juga untuk tekstil. Biji kesumba menghasilkan warna merah oranye.

Be Sociable, Share!

Related posts:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

*