CARA MEMBEDAKAN BATIK ASLI & BATIK PALSU DENGAN MUDAH

Ternyata masih banyak masyarakat yang belum bisa membedakan kain Batik Asli dengan kain Batik Palsu atau yang sering disebut kain Tekstil Bermotif Batik. Hati-hati! Di pasar bahkan sampai di mal-mal sekarang banyak beredar batik palsu. Kenali perbedaannya agar tidak tertipu. Yuk, simak caranya!!

Batik Asli Proses Pewarnaannya Menggunakan Lilin

batik palsu, batik riau, batik tabir riau, batik pekanbaru, batik corak riau, melayuSyarat suatu kain bermotif disebut batik adalah pada proses pewarnaannya menggunakan lilin sebagai perintang warna. Jika kain bermotif tidak menggunakan lilin dalam proses pewarnaannya seperti misalnya batik printing dan tekstil bermotif batik maka tidak bisa disebut sebagai batik. Pernyataan ini sudah jelas dan didasarkan pada artikel yang memuat pernyataan Wakil Menteri Perdagangan Indonesia dan pernyataan Kepala Seksi Konsultasi Balai Besar Kerajinan dan Batik Kementerian Perindustrian serta badan dunia UNESCO.  Ketiga lembaga tersebut cukup bisa dijadikan acuan dalam hal batik.

Batik Palsu Warna Bagian Luar dan Dalam Tidak Sama

batik-palsu
Batik palsu difoto dari luar dan dalam

Ini batik palsu yang difoto bagian luarnya dan juga bagian dalamnya. Warna batik palsu berbeda antara bagian luar dengan bagian dalamnya. Di bagian luar warnanya lebih jelas sementara di bagian dalam lebih pudar atau tipis. Hal ini disebabkan batik palsu diproduksi menggunakan mesin tekstil dan juga ada yang disablon. Proses pewarnaan batik palsu biasanya dilakukan dari satu sisi saja. Memang ada juga batik palsu yang bisa tembus di kedua sisi namun tetap saja tidak sama seperti batik asli dan kita akan tetap bisa membedakan mana yang asli dan mana yang palsu.

Batik Asli Warna Bagian Luar dan Bagian Dalam Mirip

batik-palsu
Foto batik asli dari dalam dan luar

Ini adalah gambar batik asli yang difoto dari sisi luar dan dari sisi sebaliknya. Disini jelas terlihat bahwa warna batik asli hampir mirip antara bagian luar dan bagian dalamnya. Tingkat kesamaannya kurang lebih 90%. Ini yang terkadang membuat kita agak sulit menentukan mana yang bagian luar dan mana yang bagian dalam. Jika tidak hati-hati si penjahit bisa salah. Berbeda dengan batik palsu, batik asli diberi warna dengan cara kainnya dicelupkan seluruhnya kedalam larutan pewarna sehingga bagian luar dan bagian dalam hampir sama warnanya.

Batik Asli Motifnya Tidak Simetris Sempurna

batik palsu, batik riau, batik tabir riau, batik pekanbaru, batik corak riau, melayu

Batik Asli peletakan motifnya tidak akan simetris atau tidak presisi dengan sempurna. Hal ini disebabkan batik asli dikerjakan dengan tangan manusia bukan dengan mesin. Coba bandingkan yang diberi tanda panah kuning. Disitu terlihat bahwa peletakan motif batik asli tidak simetris sempurna dan tidak presisi dengan sempurna. Berbeda dengan batik printing atau tekstil bermotif batik, motif-motif jenis ini akan rapi, simetris dan presisi dengan baik karena dikerjakan dengan mesin dan sablon.

Batik Asli Punya Aroma Lilin Terbakar

batik palsu, batik riau, batik tabir riau, batik pekanbaru, batik corak riau, melayu

Jika anda sedang membeli batik coba dekatkan kain batiknya ke hidung anda dan cium aroma kainnya. Bau batik asli sangat khas yaitu bau lilin terbakar. Ini tidak akan ditemui pada batik palsu atau kain tekstil yang bermotif batik. Bau ini akan sangat terasa pada saat batik dalam kondisi masih baru. Namun jika batik sudah dicuci apalagi bila pencuciannya menggunakan pewangi maka bau ini lambat laun akan menghilang.

Batik Palsu Dibuat Dengan Tinta Sablon

batik palsu, batik riau, batik tabir riau, batik pekanbaru, batik corak riau, melayu
Pembuatan batik printing dengan cara sablon sumber : bit.ly/1QxGuSD

Gambar di samping adalah contoh pembuatan batik palsu atau batik printing dengan teknik sablon. Produksinya tidak menggunakan lilin oleh karena itu tidak bisa disebut sebagai batik asli. Proses pewarnaan batik printing ini biasanya menggunakan tinta sablon dalam pembuatannya maka jangan heran kalo bau batik printing menyengat. Batik Printing biasanya diproduksi dalam jumlah yang banyak untuk menutupi biaya produksi. Ini menyebabkan batik printing menjadi pasaran dan tidak ekslusif seperti batik asli yang diproses menggunakan lilin.

Batik Palsu Dijual Gulungan

batik palsu, batik riau, batik tabir riau, batik pekanbaru, batik corak riau, melayu
Sumber foto http://bit.ly/1QyIg5O

Batik Palsu atau kain tekstil yang bermotif batik biasanya dijual di toko-toko dalam bentuk gulungan atau rol. Panjang gulungan ini bervariasi kurang lebih 100 meteran. Jika anda mendapati sebuah toko menjual kain batik dalam bentuk gulungan maka segera cek warna batiknya pada permukaan luar dan dalamnya. Jika warna bagian dalam lebih pudar atau tipis maka bisa dipastikan itu batik palsu atau tekstil. Cek juga aroma kainnya jika tidak bau lilin terbakar maka itu juga batik palsu atau tekstil.

Batik Asli Dijual Per Lembar

batik palsu, batik riau, batik tabir riau, batik pekanbaru, batik corak riau, melayu

Batik Asli dijual dalam bentuk lembaran. Biasaya antara 2 sampai 3 meter. Proses batik yang dikerjakan dengan tangan manusia tidak memungkinkan untuk memproduksi kain misalnya 1000 meter sekaligus. Namun ini justru menjadi nilai lebih dari batik asli. Batik asli akan unik karena setiap motif dan warna akan diproduksi secara terbatas atau limited edition. Ini berarti batik tersebut ekslusif karena tidak akan banyak orang memakai batik dengan motif dan warna yang sama.

Batik Palsu Dibuat Dengan Mesin

batik palsu, batik riau, batik tabir riau, batik pekanbaru, batik corak riau, melayu
Pembuatan tekstil motif batik dengan mesin. Sumber : http://bit.ly/1So6QfK

Ini adalah salah satu contoh bahwa tekstil bermotif batik bisa diproduksi dengan mesin-mesin seperti gambar ini. Dengan mesin ini produksi lebih cepat. Tapi kekurangannya harus diproduksi dalam jumlah yang banyak agar bisa menutupi ongkos produksi. Biasanya panjang minimal pembuatan tekstil motif batik ini sekitar 2000 yard atau sekitar 1800 meter. Jika dibuat kemeja pendek maka akan ada sekitar 1200 baju. Jadi bisa dibayangkan akan ada sekitar 1200 orang memakai baju dengan motif dan warna yang sama. Ini belum dihitung jika terjadi penambahan produksi. Jika terjadi penambahan produksi dengan minimal 2000 yard maka jumlah pemakai baju tersebut tinggal dikali dua saja menjadi 2400 orang. Kesimpulannya tekstil bermotif batik ini tidak ekslusif atau dengan kata lain sangat pasaran karena banyak yang memakai. Dan karena dalam proses pembuatannya tidak memakai lilin maka kain jenis ini tidak bisa disebut sebagai batik.

Pada akhirnya ini kembali kepada masyarakat untuk memilih mau memakai batik asli atau palsu. Namun hak masyarakat untuk mengetahui informasi perbedaan antara batik asli dan batik palsu tetap harus diberikan. Ini mencegah terjadinya kekecewaan di masyarakat karena salah memilih produk batik. Dan perlu juga diketahui jika masyarakat tetap memilih tekstil bermotif batik maka siap-siap Indonesia akan diserbu oleh produk-produk tekstil dari negara-negara lain. Dan siap-siap juga batik asli menjadi tidak dikenal lagi oleh bangsa Indonesia dan perlahan-lahan akan punah dari Indonesia.

Be Sociable, Share!

Related posts:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

*