CANTING BATIK BERDASARKAN FUNGSINYA

canting
Canting. Sumber : http://bit.ly/1IBZLyD

Canting adalah alat yang dipakai untuk membuat pola batik dengan cara menuliskan cairan lilin / malam ke kain. Jika kita lihat lebih dekat lagi canting tersusun atas hal-hal berikut :

  • Gagang, umumnya terbuat dari bambu atau kayu. Fungsinya adalah sebagai pegangan pada saat digunakan untuk membatik.
  • Nyamplungan, sekilas bentuknya seperti buah nyamplung. Mungkin karena itulah disebut sebagai nyamlung. Gunanya adalah untuk menciduk lilin cair / malam dari wajan.
  • Carat/cucuk, ini bentuknya seperti paruh burung. Cucuk terletak paling depan dan gunanya adalah sebagai saluran keluarnya lilin cair / malam dari nyamplungan

Canting untuk membatik itu bermacam-macam, bisa dilihat dari fungsinya, bisa dilihat dari ukuran dan bisa juga dilihat dari banyaknya cucuk / ujung. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut tentang jenis canting bila dilihat dari segi fungsinya.

1. Canting Reng-Rengan

Pada saat awal membuat batik biasanya yang dibuat adalah pola dulu. Pola bisa berupa gambar-gambar yang langsung siap dicanting, namun bisa juga berupa garis geometris. Kalo berupa garis geometris biasanya hanya dibikin garis kotak-kotaknya saja (gambarnya dibuat langsung dengan lilin cair dan canting). Pola ini dibuat langsung dengan menggambar dengan pensil atau bisa juga di-blad (menggambar dari pola yang ada di balik kain). Canting reng-reng digunakan untuk menuangkan lilin pertama kali yang mengikuti pola batik yang sudah ada. Proses ini disebut sebagai ngrengreng. Batikan hasil mencontoh pola baik pola ataupun bersama isinya disebut sebagai Polan. Umumnya ujung / cucuk canting reng-rengan berdiameter sekitar 1 sampai 2,5 mm.

2. Canting Isen

Isen itu berasal dari kosakata jawa yang artinya isi. Canting isen merupakan alat yang gunanya adalah untuk memberikan isi pada bidang batik. Selain itu canting isen bisa juga digunakan untuk mengisi pola utama (polan). Canting isen pada umumnya mempunyai cucuk / ujung yang kecil baik tunggal maupun rangkap. Umumnya ujung / cucuk canting isen berdiameter sekitar 0,5 sampai 1,5 mm.

3. Canting Blok

Canting blok merupakan alat yang pada umumnya digunakan sebagai alat ngeblok atau istilah lainnya nembok. Canting blok biasanya mempunyai lubang cucuk/ujung yang besar yang membuat lilin atau malam yang keluar banyak sehingga bisa mempermudah dan membuat lebih cepat proses pengeblokan malam. Maksud dari istilah nembok atau blok adalah penutupan media kain dengan lilin cair/malam. Ini dilakukan karena tidak semua kain batik akan diberi warna. Bagian-bagian yang tidak diberi warna ini harus ditutup dengan lilin cair/malam agar pada saat pencelupan warna kain tersebut tidak menyerap warna.

Be Sociable, Share!

Related posts:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

*