CANDI MUARA TAKUS

Selain makanan khas Riau, oleh oleh khas Riau dan Wisata Siak-nya yang terkenal, Riau juga punya objek wisata budaya yang disebut Candi Muara Takus. Candi Muara Takus merupakan candi peninggalan Budha yang berada di Riau tepatnya di Desa Muara Takus, Kabupaten Kampar. Candi ini didirikan pada sekitar masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya (abad VII-XII M). Candi Muara Takus berdiri di daerah yang masih alami dikelilingi oleh hutan yang hijau dan asri. Jika anda sedang berlibur atau mencari-cari tempat wisata di Pekanbaru anda wajib mengunjungi candi Muara Takus ini. Apalagi jika anda termasuk hobi memotret atau dipotret maka inilah salah satu surganya inspirasi fotografi di wilayah Riau.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa candi Muara Takus adalah perpaduan antara bentuk candi Buddha dan candi Syiwa. Pendapat itu muncul dengan melihat bentuk Candi Mahligai, satu diantara candi yang ada di kompleks Candi Muara Takus, yang mirip atau meniru bentuk lingga (alat kelamin pria) dan yoni (alat kelamin wanita). Konon menurut kabarnya Muara Takus mempunyai arti tersendiri. Muara adalah tempat berakhirnya aliran sungai. Dan TAKUS jika dilihat dari bahasa China masing-masing artinya adalah : TA adalah besar, KU artinya tua dan yang terakhir adalah  SE  yang berarti Candi. Jadi jika kita susun kita bisa mendapatkan  makna yaitu sebuah Candi Tua dan besar yang tempatnya di Muara Sungai.

Salah satu keunikan candi ini adalah warna bangunannya. Candi Muara Takus dominan dibangun dari bahan batu bata meskipun ada juga campuran bahan-bahan lainnya. Ini menyebabkan nuansa bangunan candi dominan berwarna kemerahan. Sangat berbeda dengan candi-candi di Jawa yang biasanya berwarna hitam karena terbuat dari batu-batu andesit. Bagi yang ingin mengunjungi candi ini, jaraknya dari pusat kota pekanbaru sekitar 135 Km. Anda bisa menggunakan mobil atau mengendarai motor jika ingin berkunjung ke candi ini. Di dalam kompleks ini terdapat beberapa bangunan yaitu :

1. Candi Tua

candi muara takus
Candi Tua. Sumber: http://bit.ly/1Hbs2gx

Candi Tua adalah bangunan yang paling besar diantara yang lainnya di kompleks candi Muara Takus ini. Keunikan dari bangunan ini adalah di puncaknya yang terdapat bangunan seperti mangkok terbalik. Jika anda mengunjungi dan berjalan-jalan di kompleks candi ini maka anda akan melihat betapa indah dan uniknya bangunan ini.  Hal-hal seperti ini yang akan membuat kita semakin kagum akan tingginya peradaban nenek moyang kita pada jaman dahulu kala.

2. Candi Bungsu

candi muara takus
Candi Bungsu. Sumber: http://bit.ly/1gSSxxb

Candi dengan atap berbentuk segi empat ini memiliki ukuran luas 13 x 16 meter. Uniknya bangunan ini dibangun dengan dua bahan yang berbeda. Sebelah selatan memakai batu bata dan di bagian utara memakai pasir. Dahulu kala seorang yang sedang meneliti Candi Muara Takus pernah menemukan lubang di tepi stupa yang didalamnya ia menemukan emas. Ini mengingatkan kita akan Pyramid yang ada di Mesir yang konon katanya berisi harta karun emas. Semoga saja candi ini tidak turut menjadi korban dari orang-orang jahil yang mau mencuri barang-barang peninggalan yang ada. Semoga saja pemerintah dan masyarakat tetap setia menjaga Candi Muara Takus ini dari tangan-tangan jahil yang hanya menginginkan keuntungan pribadi saja.

3. Mahligai Stupa

candi muara takus
Mahligai Stupa. Sumber: http://bit.ly/1y1Kreg

Mahligai stupa bisa dikatakan bangunan yang paling unik di komplek candi Muara Takus. Bentuknya yang menjulang tinggi mengingatkan kita akan bentuk buah permainan catur yang disebut pion. Bangunan inilah yang sering muncul di buku-buku sejarah. Kebanyakan para pengunjung berfoto dengan berlatar belakang bangun Mahligai Stupa ini. Apalagi kalau anda mau foto prewedding Mahligai Stupa ini pasti akan mempercantik sudut-sudut pengambilan gambar anda. Mahligai Stupa dibangun diatas pondasi dengan luas sekitar 9,5 meter x 10,5 meter.

4. Palangka

candi muara takus
Palangka. Sumber: http://bit.ly/1A5eLCW

Palangka ini bentuknya cukup unik. Bangunannya mirip seperti altar persembahan yang ada di film-film silat ber-setting waktu/jaman dahulu kala. Palangka berada di timur dengan ketinggian mencapai 2 meter dan luasnya sekitar 5 x 6 meter. Bahan dasar bangunannya dibuat dari pasir, batu bata dan batu sungai. Selain itu didalam kompleks ini terdapat gundukan yang diperkirakan sebagai tempat pembakaran tulang manusia. Hm, bagian yang terakhir ini sepertinya cukup membuat kita merinding.

Ditemukannya candi Muara Takus di wilayah Riau memang cukup aneh sebab di Riau mayoritasnya penduduknya beragama islam dan banyak berdiri bangunan masjid dan mushola. Candi Muara Takus ini adalah satu-satunya candi Budha yang ada di wilayah Riau. Dari hal tersebut kita bisa menduga bahwa masyarakat Riau cukup punya toleransi terhadap budaya yang berbeda keyakinan.

Be Sociable, Share!

Related posts:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

*