BATIK PRINTING DAN 6 ALASAN TIDAK MEMBELINYA

batik printing, batik palsu
Proses sablon dalam pembuatan kain tekstil bermotif batik (batik printing)Sumber: http://bit.ly/1tlB7fg

Berikut adalah alasan-alasan mengapa sebaiknya anda tidak menggunakan batik printing dalam keseharian anda. Mau tahu alasannya? Yuk simak poin-poin berikut:

1. Batik Printing Bukan Batik Asli

Sesuai dengan pengakuan lembaga dunia UNESCO, pada batik asli (batik cap dan tulis) dalam proses pewarnaanya selalu menggunakan lilin cair / malam. Lilin cair ini nantinya berfungsi sebagai perintang warna agar warna yang diberikan pada batik tidak bercampur. Sementara batik printing diproduksi menggunakan mesin atau teknik sablon. ini berarti batik printing bukanlah batik asli.

2. Nilai Estetikanya Rendah

Batik printing nilai estetikanya rendah karena proses pembuatannya sama dengan cara pembuatan tekstil yang diproduksi secara massal. Sementara batik asli (batik cap dan tulis) proses pembuatannya lebih rumit. Batik Asli diproduksi dengan ketrampilan tangan, ketelitian dan jiwa seni dari pembuatnya. Butuh kesabaran yang besar dalam pembuatan batik asli itulah kenapa nilai estetikanya pun juga tinggi. Batik asli biasanya dibuat dengan jumlah terbatas atau limited edition.

3. Murahan

Batik printing diproduksi secara massal. Itulah kenapa harganya pun murah. Jangan heran jika anda memakainya  dan suatu saat ketika anda berjalan-jalan ternyata anda bertemu dengan orang lain yang menggunakan batik printing dengan motif yang sama persis dengan yang anda pakai. Itulah resiko ketika anda memakai batik printing.

4. Kualitasnya Rendah

Batik printing diproduksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tidak mampu secara finansial untuk membeli batik asli. Dengan harga yang murah tentunya kualitasnya pun akan rendah. Batik printing biasanya menggunakan kain katun yang kualitasnya dibawah batik asli. Apabila dicuci biasanya kainnya menyusut bertambah kecil. Warnanya pun biasanya luntur dan celakanya bisa melunturi pakain lain bila dicuci dalam satu wadah.

5.  Mengancam Budaya Indonesia

Jika batik printing dibiarkan berkembang di Indonesia maka ini akan berakibat ke pembodohan masyarakat Indonesia. Masyarakat akan sulit menemukan batik asli dan berujung pada tidak mengenal budaya batik yang luhur ini. Akibat lainnya pengrajin batik asli akan terdesak. Hal ini disebabkan pangsa pasar batik asli terganggu oleh kehadiran batik printing. Ini akan menyebabkan pengrajin batik asli semakin lama akan semakin menghilang di Indonesia. Dan yang paling akhir adalah budaya batik bisa hilang dari bumi Nusantara.

6. Memperkaya Bangsa Lain

Batik printing banyak diproduksi oleh negara-negara lain seperti contohnya negara Cina untuk menyerang produk batik Indonesia. Hal ini seperti yang telah disampaikan oleh Kementrian Perindustrian bahwa Indonesia mengimpor batik dari Cina senilai Rp. 285 Miliar. Jika ini dibiarkan maka banyak devisa negara yang lari ke negara Cina. Seharusnya devisa itu bisa digunakan untuk memberikan kemakmuran bagi rakyat Indonesia.

Agar tidak salah membeli batik, silahkan baca artikel berikut tentang tips memilih batik.

Be Sociable, Share!

Related posts:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

*